Uncategorized

Pertama Kali Makan Pindang Patin

Bayangan pertama pada saat pertama kali akan ke Sumatra Selatan adalah bisa makan pempek sepuasnya. Pokoknya mau sarapan, makan siang dan makan malam pake pempek!

Namun harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Nyatanya, saya harus bekerja 3 hari full di luar kota Palembang. Dan di hari terakhir saya baru sempat makan pempek. Itupun cuma sekali. 

Tapi selama di luar kota Palembang itulah (kebetulan waktu itu saya di Prabumulih) saya menemukan makanan super enak bernama Pindang Patin.


Saya suka sekali dengan rasa asamnya, pedasnya, ikannya yang lembut serta bau kemanginya. Apalagi dimakan dengan nasi panas dan sambal buah. Uuuhhh *ngeces*

Saya merekomendasikan kamu yang berkunjung ke Sumatra Selatan untuk mencoba makanan ini. Dan kalau kamu kebetulan sedang ke Prabumulih seperti saya, kamu bisa datang ke Rumah Makan “Pindang Pondok Bambu”. Enak banget pindangnya.

Duh, nulis ini bikin saya kepengen Pindang Patin πŸ˜“

Uncategorized

Main Ke Bogor


Seminggu sebelum puasa tahun lalu, saya dan teman-teman sempat main ke Bogor. Pertimbangannya ya karena Bogor cuma sejam (naik kereta) dari Jakarta, tapi hawanya beda dari Jakarta. Lebih adem, lebih asri.

Dan ini beberapa hal yang saya suka (dan tidak suka) ketika berada di Bogor;

1. Transportasi Menuju Bogor Mudah dan Murah

Menurut saya yang datang ke Bogor dari Jakarta, transportasinya cukup mudah dan murah. Dengan kereta, kamu cukup membayar 3 – 15 ribu rupiah saja, tergantung darimana kamu naik, sudah bisa sampai Bogor tanpa kemacetan. Dan hal baiknya, kamu tidak perlu menunggu kereta lama-lama kalau ketinggalan kereta sebelumnya, karena kereta ke bogor itu banyak.

2. Banyak Angkot

Mungkin ini bisa dibilang hal yang saya suka sekaligus kurang suka. Di Bogor kamu bisa jalan-jalan keliling kota Bogor dengan angkot yang gampang banget ditemui. Murah. Tapi ya itu, saking banyaknya angkot, saya kok jadi ngerasa Bogor jadi macet. Hehe (catatan : ini pengalaman saya yang baru beberapa kali ke Bogor lho ya). Atau kalau males naik angkot, bagi yang sendirian bisa naik gojek, kalau yang bareng temen-temen bisa naik gocar atau uber. Tapi asiknya naik angkot ya itu, bisa ketemu warga lokalnya. 

3. Hawanya adem

Wiihiii.. Ini nih yang saya suka. Karena di Jakarta hawanya panas banget, main ke Bogor seperti menemukan udara seger yang bikin otak kita jadi fresh. Makan di cafe yang banyak pohon-pohonnya, rindang, adem. Suka banget! 

4. Kebun Raya Bogor

Salah satu tempat yang wajib saya datangi ketika main ke Bogor adalah Kebun Raya Bogor. Sekali naik angkot dari Stasiun Bogor sudah sampai. KRB ini enak sekali buat jalan-jalan. Mata ketemu hijau-hijauan, air mancur serta kolam. Saya jadi membayangkan berlama-lama baca buku disana, tapi kenyataannya sih foto-foto disana. Hehe. Saya berharap bisa bertemu dengan Bapak Presiden kalau berkunjung kesana lagi. *finger crossed*

4. Cafe Lucu-Lucu

Tidak kalah dengan Jakarta, di Bogor pun banyak cafe yang lucu-lucu serta enak. Untuk harga sih standar ya, tidak bisa dibilang murah juga.

5. Hujan

Kalau ke Bogor jangan lupa sedia payung atau jas hujan, pernah ke Kebun Raya Bogor dan hujan datang tiba-tiba dengan derasnya. Cuma pakai payung sih enggak mempan. Mau beli jas hujan di Kebun Raya Bogor kok mahal, bisa 2 – 3 kali lipat dari harga jas hujan di Jakarta. *perhitungan*

Jadinya main hujan-hujanan tapi sambil payungan. Sepatu dimasukin kresek. Kurap, kurap deh! πŸ˜‚

Segitu dulu, jadi kapan mau ke Bogor? 😊

Resep

(Resep) Tumis Kacang Panjang

tumis kacang panjang

Jang panjang yang panjang…kacang!

Pas kangen makan tumis kacang panjang, eh pas Pak Lani (red. nama tukang sayur) bawa kacang panjang. Padahal biasanya sering kehabisan.

Kangen tumis kacang panjang ini dipersembahkan Β oleh orang rumah yang kena asam urat jadi nggak boleh makan kacang-kacangan lagi huhuhu (dadah-dadah ke duren juga).

Langsung aja ke resepnya ya..

Bahan :

1 ikat kacang panjang, diiris
10 butir telur puyuh, dikupas kulitnya
5 butir bawang merah, dicincang
3 siung bawang putih, dicincang
5 buah cabe rawit, iris kecil
kecap manis
garam
gula
minyak goreng

Cara buat :

– Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih sama cabe sampe wangi.
– Masukkan telur puyuh sama kacang panjang, masukkan air
– Masukkan kecap manis, garam dan gula
– Ditunggu sampe kacang panjang layu (#teamkurangsukakacangpanjangkeras). Airnya ditambah terus kalo belum layu πŸ˜€
– Diicip-icip, kalo masih belum pas rasanya dimasuk-masukin lagi garam/gula/kecapnya, kalo udah enak dan udah layu diangkat deh

Selamat mencoba yaa πŸ˜€

Resep

(Resep) Sup Ceker

IMG_20140917_113853Halo hola.. πŸ˜€

Dalam rangka berusaha rajin posting blog, saya mau posting tentang resep makanan yang saya masak 2 minggu yang lalu. *lama yah* :p

Paling nggak bisa basa basi, bingung mau nulis apa sebagai pengantarnya… Langsung aja ya~

Bahan :

6 buah ceker, dibersihin dan kuku luarnya diambil
2 buah wortel, kupas trus potong
1 buah kentang, kupas trus potong
4 butir bawang merah,
4 siung bawang putih
1 buah tomat, iris kasar
merica bubuk
daun bawang, iris tipis
daun seledri, iris cacah
garam
gula

Cara buatnya :

– Rebus ceker yang udah dibersihkan dan dicuci, sampai empuk (bolak balik saya tunyuk-tunyuk dagingnya buat mastiin udah empuk apa belum πŸ˜€ ).
– Kalau kaldunya udah keluar dan udah empuk, masukkan wortel dan kentang. Tunggu sampai wortel dan kentang setengah matang.
– Kalau wortel dan kentangnya udah setengah matang, angkat, sisihkan panci.
– Ambil wajan dan panaskan sedikit minyak goreng, goreng irisan bawang merah dan bawang putih (mohon dimaklumi karena kompornya single, kayak orangnya #eaaak. Jadi harus gantian). Goreng sampai harum dan kecoklatan.
– Sisihkan wajan, letakkan panci di atas kompor lagi. Masukkan bawang merah dan bawang putih yang sudah digoreng tadi.
– Masukkan lada bubuk, garam, gula, daun bawang, daun seledri, dan irisan tomat.
– Masak sampai sayuran empuk. Angkat dan sajikan.

Kayaknya makanan begini cocok dimakan anget pas badan lagi nggreges gitu ya. Hihi.

Btw, selamat mencoba.. πŸ˜€

Resep

(Resep) Tumis Sawi Putih

Processed with VSCOcam

Selamat menjalankan ibadah puasa ya teman-teman..

Kalau bulan puasa gini saya jadi sering sembelit, kebanyakan makan yang kering-kering, kurang buah dan sayur-sayuran. Hihi. Jadinya 2 hari yang lalu saya masak sayur. Biar lancarrrrr. Walaupun porsinya mini.

Niatnya sih bikin tumis ya.. lha kok airnya kebanyakeun. Hihi *tutup muka*

Langsung ke resepnya aja kali ya..

Bahan :

1/2 Buah sawi putih (kemarin saya belinya yang gede soalnya hehe), diiris sedang / sesuai selera
1 Buah wortel, dikupas dan diiris tipis / sesuai selera
2 Siung bawang putih, dicincang kasar
1 Butir bawang merah, diiris tipis
Merica secukupnya
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Minyak goreng 1 sendok makan

Cara buatnya :

– Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah
– Setelah harum masukkan wortel, tambah air. Oiya, apinya yg besar ya.. biar cepet mateng tanpa merubah warna sayurnya
– Setelah wortel empuk, masukan sawi putih
– Tunggu agak layu, masukkan garam, gula, merica
– Angkat kalau sayuran udah pada mateng

Cukup mudah bukan? Ahaaaaa! *apa banget*

Selamat mencoba ya πŸ˜€

Uncategorized

(Resep) Sayur Lodeh Pepaya Muda

Akhir-akhir ini sungguh saat-saat yang hectic dan melelahkan. Bolak-balik Jogja-Jakarta-Bojonegoro, bolak-balik wawancara. Fiuuhhhh. Sampai-sampai beberapa minggu ini tidak sempat ke dapur. Setelah kembali ke kos dan menyempatkan bersih-bersih dapur, akhirnya jadi semangat lagi buat masak. Nah, ini masakan saya kemarin. Sayur lodeh pepaya muda, kalau orang jawa sih bilangnya jangan kates. Hihi. Langsung aja ke resepnya ya..
ImageBahan :
Buah pepaya muda (nggak tahu seperberapa buah, saya beli sebungkus di tukang sayur) πŸ˜€
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
15 buah cabe rawit (yang 7 buah untuk dihaluskan)
santan (sesuai selera)
3 lembar daun salam
2 cm lengkuas, geprek
minyak goreng
garam
gula

Cara buat :
1. Cuci pepaya muda yang sudah diiris korek api.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit. Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas dan daun salam. Masukkan sedikit air hingga mendidih.
3. Masukkan pepaya muda lalu masukkan santan. Aduk-aduk agar santan tidak pecah. Setelah santan mendidih masukkan garam dan gula. Tunggu hingga pepaya empuk.
4. Setelah pepaya empuk masukkan sisa cabe rawit. Angkat dan hidagkan.

Selamat mencoba πŸ˜€

Resep

(Resep) Sup Jagung

Hai hai hai semuanya.. ketemu lagi di acara masak-masak ala anak kos yang enak nan murah meriah.. πŸ˜€ *aposeeeee*
Kali ini saya pengen sekalian pamer kalo beberapa waktu yang lalu saya menang kontes foto masakan. Hihihi. Awalnya saya kira hadiahnya peralatan masak, tapi ternyata hadiahnya pulsa. Lumayanlah buat paket internet sebulan :p
Foto hasil masakan yang saya kirim kemaren adalah sup jagung. Saya juga heran kok bisa menang, padahal keliatannya kurang menarik lho (tapi rasanya enak banget). :p
Saya share resepnya yaa..

Bahan :
2 buah wortel, potong kotak2 kecil2
2 buah jagung muda, disisir (rambut kali ah)
1 bungkus baso merek v*d* yg ukuran besar, potong kotak2 kecil2
1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
2 buah bawang putih, cincang kasar
1/2Β  sdt (kayaknya) merica halus, kalo kurang bisa ditambah
1 batang daun bawang, iris tipis
1 sdm tepung maizena, jangan lupa dicampur air ya cyin
2 butir telor, biar ada tekstur telor ancurnya (halah)
sedikit minyak, mentega juga boleeeeee
garam sama gula

Cara Bikin :
1. Tumis bawang putih dan bawang bombay. Kalo udah wangi masukin wortel dan jagung trus tambahin air, biarin agak lunak.
2. Masukin baso.. tambahin merica, garam, gula dan daun bawang.
3. Maukin telor, aduk-aduk. Dicoba, kurang apa, kalo kurang asin ditambahin garam, klo kurang pedes ditambahin merica, kalo kurang gurih ditambahin gula *lhoh?* (saya gak pernah pake penyedap rasa soalny) :p
4. Masukin tepung maizena, aduk-aduk. Jangan lama-lama, angkat. Mamam deh. πŸ˜€

Menu ini gak usah pake nasi pun enak. Bergizi lagi, ada sayur2an, telor, sosis.
Selamat mencoba πŸ˜€

Uncategorized

Happy Graduation, Me!

It’s almost a month ago when i graduated. Happy and sad, actually. Separated with friends. But it’s life, no matter what hello and goodbye are always there. Now it’s the time to face the real world. Yes, the real and cruel one *knock-knock on the wood* hihi :P. Okay, see ya in the next post.. πŸ˜€