0

Pertama Kali Makan Pindang Patin

Bayangan pertama pada saat pertama kali akan ke Sumatra Selatan adalah bisa makan pempek sepuasnya. Pokoknya mau sarapan, makan siang dan makan malam pake pempek!

Namun harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Nyatanya, saya harus bekerja 3 hari full di luar kota Palembang. Dan di hari terakhir saya baru sempat makan pempek. Itupun cuma sekali. 

Tapi selama di luar kota Palembang itulah (kebetulan waktu itu saya di Prabumulih) saya menemukan makanan super enak bernama Pindang Patin.


Saya suka sekali dengan rasa asamnya, pedasnya, ikannya yang lembut serta bau kemanginya. Apalagi dimakan dengan nasi panas dan sambal buah. Uuuhhh *ngeces*

Saya merekomendasikan kamu yang berkunjung ke Sumatra Selatan untuk mencoba makanan ini. Dan kalau kamu kebetulan sedang ke Prabumulih seperti saya, kamu bisa datang ke Rumah Makan “Pindang Pondok Bambu”. Enak banget pindangnya.

Duh, nulis ini bikin saya kepengen Pindang Patin 😓

0

Main Ke Bogor


Seminggu sebelum puasa tahun lalu, saya dan teman-teman sempat main ke Bogor. Pertimbangannya ya karena Bogor cuma sejam (naik kereta) dari Jakarta, tapi hawanya beda dari Jakarta. Lebih adem, lebih asri.

Dan ini beberapa hal yang saya suka (dan tidak suka) ketika berada di Bogor;

1. Transportasi Menuju Bogor Mudah dan Murah

Menurut saya yang datang ke Bogor dari Jakarta, transportasinya cukup mudah dan murah. Dengan kereta, kamu cukup membayar 3 – 15 ribu rupiah saja, tergantung darimana kamu naik, sudah bisa sampai Bogor tanpa kemacetan. Dan hal baiknya, kamu tidak perlu menunggu kereta lama-lama kalau ketinggalan kereta sebelumnya, karena kereta ke bogor itu banyak.

2. Banyak Angkot

Mungkin ini bisa dibilang hal yang saya suka sekaligus kurang suka. Di Bogor kamu bisa jalan-jalan keliling kota Bogor dengan angkot yang gampang banget ditemui. Murah. Tapi ya itu, saking banyaknya angkot, saya kok jadi ngerasa Bogor jadi macet. Hehe (catatan : ini pengalaman saya yang baru beberapa kali ke Bogor lho ya). Atau kalau males naik angkot, bagi yang sendirian bisa naik gojek, kalau yang bareng temen-temen bisa naik gocar atau uber. Tapi asiknya naik angkot ya itu, bisa ketemu warga lokalnya. 

3. Hawanya adem

Wiihiii.. Ini nih yang saya suka. Karena di Jakarta hawanya panas banget, main ke Bogor seperti menemukan udara seger yang bikin otak kita jadi fresh. Makan di cafe yang banyak pohon-pohonnya, rindang, adem. Suka banget! 

4. Kebun Raya Bogor

Salah satu tempat yang wajib saya datangi ketika main ke Bogor adalah Kebun Raya Bogor. Sekali naik angkot dari Stasiun Bogor sudah sampai. KRB ini enak sekali buat jalan-jalan. Mata ketemu hijau-hijauan, air mancur serta kolam. Saya jadi membayangkan berlama-lama baca buku disana, tapi kenyataannya sih foto-foto disana. Hehe. Saya berharap bisa bertemu dengan Bapak Presiden kalau berkunjung kesana lagi. *finger crossed*

4. Cafe Lucu-Lucu

Tidak kalah dengan Jakarta, di Bogor pun banyak cafe yang lucu-lucu serta enak. Untuk harga sih standar ya, tidak bisa dibilang murah juga.

5. Hujan

Kalau ke Bogor jangan lupa sedia payung atau jas hujan, pernah ke Kebun Raya Bogor dan hujan datang tiba-tiba dengan derasnya. Cuma pakai payung sih enggak mempan. Mau beli jas hujan di Kebun Raya Bogor kok mahal, bisa 2 – 3 kali lipat dari harga jas hujan di Jakarta. *perhitungan*

Jadinya main hujan-hujanan tapi sambil payungan. Sepatu dimasukin kresek. Kurap, kurap deh! 😂

Segitu dulu, jadi kapan mau ke Bogor? 😊

5

(Resep) Sayur Lodeh Pepaya Muda

Akhir-akhir ini sungguh saat-saat yang hectic dan melelahkan. Bolak-balik Jogja-Jakarta-Bojonegoro, bolak-balik wawancara. Fiuuhhhh. Sampai-sampai beberapa minggu ini tidak sempat ke dapur. Setelah kembali ke kos dan menyempatkan bersih-bersih dapur, akhirnya jadi semangat lagi buat masak. Nah, ini masakan saya kemarin. Sayur lodeh pepaya muda, kalau orang jawa sih bilangnya jangan kates. Hihi. Langsung aja ke resepnya ya..
ImageBahan :
Buah pepaya muda (nggak tahu seperberapa buah, saya beli sebungkus di tukang sayur) 😀
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
15 buah cabe rawit (yang 7 buah untuk dihaluskan)
santan (sesuai selera)
3 lembar daun salam
2 cm lengkuas, geprek
minyak goreng
garam
gula

Cara buat :
1. Cuci pepaya muda yang sudah diiris korek api.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit. Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas dan daun salam. Masukkan sedikit air hingga mendidih.
3. Masukkan pepaya muda lalu masukkan santan. Aduk-aduk agar santan tidak pecah. Setelah santan mendidih masukkan garam dan gula. Tunggu hingga pepaya empuk.
4. Setelah pepaya empuk masukkan sisa cabe rawit. Angkat dan hidagkan.

Selamat mencoba 😀

2

Happy Graduation, Me!

It’s almost a month ago when i graduated. Happy and sad, actually. Separated with friends. But it’s life, no matter what hello and goodbye are always there. Now it’s the time to face the real world. Yes, the real and cruel one *knock-knock on the wood* hihi :P. Okay, see ya in the next post.. 😀

2

Doa (Jodoh)

Doa Orangtua untuk jodoh anaknya :

Semoga anakku mendapatkan jodoh yang benar-benar menyayangi anakku sepenuh hati.

Doa Anak untuk jodohnya :

Semoga aku mendapatkan jodoh yang benar-benar menyayangi orangtuaku sepenuh hati.

Dan semoga Alam Semesta berkonspirasi mewujudkannya 🙂